Kamis, 22 Januari 2026 Kat : Berita Desa

KKN Unram Dorong Perencanaan Partisipatif Desa Mareje Timur

KKN Unram Dorong Perencanaan Partisipatif Desa Mareje Timur

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, untuk pertama kalinya menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi momentum awal penguatan perencanaan pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Mareje Timur, Musmuliadi, menyebut penempatan mahasiswa KKN Unram sebagai peristiwa bersejarah bagi desanya.

“Lima belas tahun Desa Mareje Timur berdiri setelah dimekarkan dari Desa Mareje, baru pertama kali ini Unram menempatkan mahasiswa KKN, dan tentu saja Pemerintah Desa dan masyarakat menerima adik-adik mahasiswa ini dengan senang hati,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.

Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu mendorong percepatan pembangunan desa. “Harapan kami, adik-adik mahasiswa KKN Unram membantu akselerasi pembangunan desa melalui berbagai inovasi yang akan memberikan nilai tambah terhadap potensi Desa Mareje Timur,” lanjut Musmuliadi.

Harapan tersebut disambut positif oleh 10 mahasiswa KKN Unram yang langsung memulai kegiatan pemetaan potensi desa, identifikasi permasalahan, penyusunan rencana pengembangan, serta peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Ketua Kelompok KKN Unram Desa Mareje Timur, Muhammad Yusriansyah, menegaskan bahwa perencanaan partisipatif menjadi program utama kelompoknya.

“Program kerja utama kami pada KKN pertama ini adalah mengajak masyarakat untuk melakukan perencanaan pembangunan secara partisipatif,” kata Yusriansyah.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu menambahkan, “Hasil perencanaan ini akan menjadi dasar untuk penentuan program kerja KKN periode-periode berikutnya,” sehingga program yang dijalankan dapat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK) KKN Desa Mareje Timur, Agus Purbathin Hadi, menjelaskan bahwa seluruh program mahasiswa KKN selaras dengan Program Kampus Berdampak yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 2025.

“Program ini bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang aktif dalam memecahkan masalah nyata di masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Agus, tujuan utama Program Kampus Berdampak adalah menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Sebagai perguruan tinggi terakreditasi unggul, Unram berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menciptakan perubahan,” katanya.

Kegiatan perencanaan partisipatif telah dilaksanakan sejak awal Januari 2026 di tingkat dusun dengan melibatkan perwakilan kelompok masyarakat berperspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI). Pendekatan yang digunakan adalah pengembangan masyarakat berbasis potensi melalui teknik Participatory Rural Appraisal (PRA), yang memungkinkan masyarakat menginventarisasi potensi sosial, budaya, ekonomi, serta sumber daya alam yang dimiliki.

Hasil perencanaan di tingkat dusun dijadwalkan diplenokan di tingkat desa pada 2 Februari 2026 untuk merumuskan arah pembangunan Desa Mareje Timur yang berkelanjutan. Desa yang berada di perbukitan pinggiran hutan Mareje ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, hortikultura, dan peternakan, serta keunikan sosial budaya berupa kerukunan antarumat beragama Islam dan Buddha yang telah terjaga secara turun-temurun.

Potensi alam dan budaya tersebut juga membuka peluang pengembangan desa wisata. Aspirasi ini mengemuka dari hasil perencanaan partisipatif di 12 dusun. Menyikapi hal itu, kelompok KKN Unram menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) pengembangan desa wisata pada 17 Januari 2026 bersama Asosiasi Wisata Petualangan Indonesia (IATTA) dan Yayasan Bintang Kecil. FGD tersebut diharapkan menghasilkan peta jalan pengembangan desa wisata yang akan diplenokan bersama rencana pembangunan dusun pada awal Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan KKN ini, Universitas Mataram diharapkan semakin meneguhkan perannya sebagai kampus berdampak.

“Kampus Berdampak kami harapkan menjadi arah baru bagi Universitas Mataram, agar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang aktif memecahkan permasalahan nyata di masyarakat,” ujar Agus Purbathin Hadi.

Penulis : Administrator
Dilihat : 9
Belum ada komentar
Form Komentar
Artikel Lainnya

Komentar Terbaru

Statistik Penduduk

Statistik Pengunjung

Pengunjung Hari Ini 42
Pengunjung Kemarin 20
Pengunjung Minggu Ini 155
Pengunjung Bulan Ini 1389
Total Pengunjung 2.380
IP Address 216.73.216.178
Browser Unknown Browser